22 June, 2013

PPP (Point-To-Point)

Point-to-Point Protocol (sering disingkat menjadi PPP) adalah sebuah protokol enkapsulasi paket jaringan yang banyak digunakan pada wide area network (WAN). Protokol ini merupakan standar industri yang berjalan pada lapisan data-link dan dikembangkan pada awal tahun 1990-an sebagai respons terhadap masalah-masalah yang terjadi pada protokol Serial Line Internet Protocol (SLIP), yang hanya mendukung pengalamatan IP statis kepada para kliennya. Dibandingkan dengan pendahulunya (SLIP), PPP jauh lebih baik, mengingat kerja protokol ini lebih cepat, menawarkan koreksi kesalahan, dan negosiasi sesi secara dinamis tanpa adanya intervensi dari pengguna. Selain itu, protokol ini juga mendukung banyak protokol-protokol jaringan secara simultan. PPP didefinisikan pada RFC 1661 dan RFC 1662. PPP merupakan sebuah protokol yang digunakan untuk melakukan hubungan antara client dengan server secara Point to Point. Dengan menggunakan PPP, konfigurasi pada saat koneksi dilakukan secara otomatis berkat adanya LCP (Link Control Protocol ). PPP merupakan data link protokol yang digunakan untuk melakukan koneksi secara langsung antara dua node melalui kabel serial, line telepon, trunk line, telepon selular, jalur radio yang special, atau fiber optik. Mayoritas ISP menggunakan PPP bagi pelanggannya yang menggunakan metode dial-up saat melakukan koneksi ke internet. Point to point protocol mempunyai 2 buah sub layer yaitu:

  • LCP (Link Control Protocol), digunakan membangun jalur point to point, menegosiasikan beberapa option-option
  • NCP (Network Control Protocol), untuk menentukan tipe layer 3 yang digunakan.

Untuk membangun komunikasi melalui link point-to point, PPP mengirim LCP frame untuk mengkonfigurasi dan menguji data link. Setelah link ditetapkan dan fasilitas opsional telah dinegosiasikan, diperlukan LCP yang berasal dari PPP dengan mengirimkan frame NCP untuk memilih dan mengkonfigurasi protocol lapisan satu atau lebih jaringan. Ketika masing-masing lapisan protocol jaringan yang dipilih telah dikonfigurasi, paket-paket dari masing-masing protocol lapisan jaringan dapat dikirim melalui link. Link ini akan tetap dikonfigurasi untuk komunikasi sampai frame LCP atau NCP eksplisit menutup link, atau sampai terjadi suatu peristiwa eksternal (misalnya, timer berakhir dengan tidak aktif atau adanya campur tangan pengguna) PPP dapat digunakan untuk komunikasi synchronous dan asynchronous dan dapat menegosiasikan fungsi-fungsi tambahan diantaranya :

  1. Authentication, menggunakan Password Authentication Protocol (PAP) dan Challenge Handshake Authentication Protocol (CHAP).
  2. Link Quality Determination, penentuan kualitas link melalui variable quality.
  3. Error Detection, melalui variabel magic number (Magic number merupakan random number dari satu peer ke peer yang lain). Mekanisme error detection untuk mengidentifikasi kondisi.
  4. Multilink, menggabungkan 2 atau lebih jalur serial.
  5. Call back, melakukan pengetesan dengan mengirim panggilan balik.
  6. Compression, meningkatkan efektifitas throughput pada koneksi. Protokol yang tersedia adalah Stacker dan Predictor

0 comments: